Wednesday, 4 Jan 2012 10:00:00 WIB
RI Catat Surplus Perdagangan US$ 25 Miliar

Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar US$ 25,15 miliar selama periode Januari hingga November 2011. Indonesia mengekspor US$ 186,11 miliar, sedangkan nilai impor US$ 160,96 miliar. Plt Kepala BPS Suryamin menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/1/2012). Khusus di November 2011, nilai ekspor mencapai US$ 16,92 miliar, tumbuh 8,25% dibandingkan periode yang sama 2010. Namun, jika dibandingkan Oktober 2011, mengalami penurunan 0,2%. Nilai ekspor Indonesia selama Januari-November yang mencapai US$ 186,11 miliar, mengalami pertumbuhan 32,04% dibandingkan periode yang sama 2010. Dari angka itu, yang merupakan ekspor nonmigas mencapai US$ 148,45 miliar. Ekspor terbesar masih komoditas bahan bakar mineral sebesar US$ 24,66 miliar dan lemak serta minyak hewan nabati sebesar US$ 19,72 miliar. Negara terbesar tujuan ekspor adalah China dengan total ekspor US$ 19,45 miliar, Jepang US$ 16,74 miliar, Amerika Serikat US$ 14,4 miliar, ASEAN US$ 29,69 miliar dan Uni Eropa US$ 18,75 miliar. Adapun nilai impor khusus November tercatat sebesar US$ 15,4 miliar, melonjak 18,37% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2010. Total impor sepanjang Januari November sebesar US$ 160,96 miliar atau naik 31,38% dari nilai impor tahun 2010. Komoditas impor terbesar masih mesin dan peralatan mekanik senilai US$ 22,21 miliar dan mesin serta peralatan listri senilai US$ 16,6 miliar. Negara pengekspor terbesar masih China dengan nilai US$ 23,15 miliar, Jepang US$ 17,46 miliar, Singapura US$ 9,55 miliar, ASEAN US$ 27,19 miliar, Uni Eropa US$ 11,15 miliar. "Impor terbesar masih bahan baku sebesar 74,14%, barang modal 18,23%, dan barang konsumsi 7,63%," paparnya.


Exchange Rate

Currency Buy Sell
USD 9,431 9,530
JPY 108 110
AUD 8,626 8,756
SGD 6,806 6,903
EUR 14,153 14,331
GBP 15,475 15,694

Last update: 17-01-2011

Search

External Links

 


Copyright © 2002 GPEI
Maintain by D~NET, Design by digConcept