Senin, 24 April 2017
Search :

Tarif Konsesi Revitalisasi APBS

Posted : 30 Agustus 2016


Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) merupakan salah satu kebijakan dalam mendukung kelancaran logistik melalui angkutan laut, karena dengan melakukan revitalisasi APBS maka kapal-kapal yang mempunyai draff diatas 8,5 meter dapat masuk dan melakukan kegiatan bongkar muat.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Candra Irawan, mengatakan program revitalisasi APBS merupakan partisipasi aktif dalam mendukung kebijakan Tol Laut.

“Dengan program tersebut, kapal-kapal bisa leluasa keluar masuk di Pelabuhan Tanjung Perak, baik yang akan bongkar muat di Terminal Peti Kemas Surabaya, Teluk Lamong, maupun dermaga konvensional,” papar Candra.

Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) merupakan program pendalaman serta perluasan alur pelayaran dari kedalaman -9,5 meter low water spring (LWS) dengan lebar 100 meter menjadi -13 meter LWS dengan lebar hampir 200 meter.

“Kapal peti kemas yang semula hanya mampu mengangkut 1.500 twenty feet equivalent unit’s (TEU’s), kini kapasitasnya bisa mengangkut 3.000 TEU’s.,” jelas Candra.

Dengan kedalaman tersebut memungkinkan Tanjung Perak membuka jalur pelayaran langsung ke berbagai negara tanpa harus transit di pelabuhan tetangga, seperti Singapura maupun Port Klang Malaysia.

Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap upaya meningkatan daya saing angkutan logistik nasional, maupun daya saing produk Indonesia di pasar global.

Tarif APBS
Dalam program revitalisasi APBS diperlukan investasi atas pengerukan dan pemeliharaan APBS sepanjang 43,6 km.

Sejalan dengan hal tersebut, PT. Pelabuhan Indonesia III menyampaikan alternatif tarif alur berdasarkan barang (ton/m3) dan jenis kemasan yakni, untuk tarif curah kering (food grain) internasional sebesar 0,5 dolar Amerika per ton dan tarif domestik sebesar 2.250 rupiah per ton. Sedang untuk non food grain tarif internasional sebesar 0,55 dolar Amerika per ton dan domestik sebesar 2.500 rupiah per ton.

Selanjutnya, untuk general cargo tarif internasional sebesar 0,4 dolar Amerika per ton dan domestik sebesar 2.000 rupiah per ton.

Tarif petikemas internasional sebesar 25 dolar Amerika per teu's dan domestik sebesar 125.000 rupaih per teu's.

Sedangkan untuk tarif curah cair internasional sebesar 0,5 dolar Amerika per ton dan domestik sebesar 2.250 rupiah per ton.

Selain itu, PT. Pelabuhan Indonesia III juga menyampaikan tarif baru berdasarkan ukuran kapal yakni untuk kapal curah kering berukuran 3000 GT (food grain) tarif internasional sebesar 900 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 4.05 juta rupiah per ton, sedang non food grain tarif internasional sebesar 990 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 4,5 juta rupiah per ton.

Selanjutnya untuk kapal general kargo tarif internasional sebesar 864 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 4,32 juta rupiah per ton. Untuk kapal curah cair tarif internasional sebesar 900 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 4,05 juta rupiah per ton.

Sedangkan untuk kapal petikemas tarif internasional sebesar 2950 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 14,75 juta rupiah per ton.

Untuk kapal curah kering berukuran 6000 GT (food grain) tarif internasional sebesar 1920 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 8,64 juta rupiah per ton, sedang non food grain tarif internasional sebesar 2112 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 8,6 juta rupiah per ton.

Selanjutnya untuk kapal general kargo tarif internasional sebesar 1843 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 8,216 juta rupiah per ton. Untuk kapal curah cair tarif internasional sebesar 1920 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 8,64 juta rupiah per ton.

Sedangkan untuk kapal petikemas tarif internasional sebesar 6375 dolar Amerika per GT dan tarif domestik sebesar 31,875 juta rupiah per ton.(*)


Copyright by GPEI Jatim | Developed by Bagonkdesign.com