Jumat, 20 Juli 2018
Search :

GPEI Jatim dan Aneka Coffee Industry Kembangkan Kopi Dampit

Posted : 20 Maret 2018


Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaku bisnis perkopian skala kecil, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur menggandeng PT. Aneka Coffee Industry (ACI) melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha tersebut asal Dampit, Kab. Malang.

Kegiatan tersebut diawali dengan kunjungan ke pabrik kopi milik PT. ACI di Trosobo, Taman, Sidoarjo pada 2 Maret lalu yang diikuti 9 peserta terdiri dari petani kopi, pengusaha warung kopi dan penggilingan kopi.

Dipilihnya kopi Dampit disebabkan kopi asal daerah tersebut memiliki cita rasa khas, dan pemrosesannya perlu dikembangkan agar bisa menjadi ikon Kabupaten Malang. Tanaman kopi di kawasan tersebut umumnya jenis robusta yang dibudidayakan petani kecil.

"Aroma dan taste kopi Dampit memiliki kekhususan, tapi selama ini sistem produksi yang dilakukan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Dampit masih lemah dan perlu diperbaiki," ujar Hutama Sugandhi, Direktur PT. ACI saat menerima kunjungan pebisnis kopi asal Dampit.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua GPEI Jatim, Isdarmawan Asrikan dan Manager Peneliti dan Pengembangan PT. ACI, Terbit Satrio.

Sugandhi menambahkan, pengembangan kopi Dampit yang perlu dilakukan meliputi teknis budidaya dan penanganan pasca panen seperti penggorengan, peracikan dan teknis pengemasan produk. Pemasarannya bisa disajikan dalam bentuk seduh maupunsebagai souvenir, seiring meningkatnya konsumsi kopi yang telah menjadi gaya hidup.

"Untuk penjualan kopi Dampit dengan membuka kafe perlu diperhatikan positioning-nya. Sedangkan penyuguhannya bisa dikreasikan berupa kopi jahe, kopi alpukat, kopi original dan lainnya." papar Sugandhi.

Dalam kesempatan itu, para pelaku UKM kopi Dampit diperlihatkan sistem produksi pabrik PT. ACI dengan dipandu Terbit Satrio. Kapasitas pabrik tersebut 5.000 ton per tahun berupa kopi instan dan 2.400 per tahun kopi bubuk, dimana 70 % dari produksinya dipasarkan dalam negeri dan sisanya diorientasikan ke pasar ekspor. Bahan baku berupa kopi robusta dan arabika selain diperoleh dari dalam negeri juga diimpor dari beberapa negara.

PT. ACI beroperasi sejak tahun 1995, dan kini didukung 310 karyawan yang bekerja 3 shift.

Isdarmawan mengatakan, pengembangan UKM kopi merupakan pelaksanaan program CSR GPEI yang dimaksudkan memotivasi pelaku usaha kecil guna memanfaatkan potensi hasil panen kopi Dampit. Sararannya adalah agar mendapatkan nilai tambah lebih tinggi melalui pemrosesan biji kopi untuk dipasarkan menjadi kopi seduh maupun kopi bubuk dalam kemasan.

"Selanjutnya, para pelaku UKM kopi Dampit akan dilatih meracik kopi, sehingga memiliki kemampuan guna mengembangkan dan bersaing dalam bisnis perkopian," tuturnya.(*)


Copyright by GPEI Jatim | Developed by Bagonkdesign.com